Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) berhasil lolos seleksi secara nasional program Inisiasi Hizbul Wathan Bahari (IHWB). Mereka yakni Arif Maulana, Abdilah dan Afnan dari Fakultas Agama Islam (FAI).

Mahasiswa lain yaitu Suci Nur Afifah dari Teknik Informatika dan Komputer(TIK), Devi dari Aquakultur, dan Mufti Hasan dari Pendidikan Geografi.

Mahasiswa tersebut akan ikut dalam kegiatan lapangan di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu pada bulan Februari 2023 untuk mengikuti kegiatan pelatihan lapangan termasuk menyelam, konservasi, pemetaan dan juga pengolahan pangan.

Salah satu mentor kegiatan, Dr.rer.nat Anang Widhi Nirwansyah, M.Sc mendorong seluruh peserta untuk dapat mengoptimalkan pelatihan ini untuk meningkatkan skill kebaharian dalam mengantisipasi dinamika laut dan pesisir yang juga terdampak oleh fenomena perubahan iklim.

“Peserta dapat mengambil sikap dan aktif bergerak dalam upaya penurunan risiko bencana pesisir khususnya melalui kegiatan-kegiatan positif berbasis kepanduan baik di komunitas HW maupun masyarakat luas,” ungkapnya di Purwokerto, Selasa (10/1/2023).

Sementara itu, Koordinator Kegiatan sekaligus local partner PRIM Jenderal Sudirman Ir. Agus Djamil, M.Sc mengatakan, kegiatan yang diinisiasi Muhammadiyah Deutschland e.V atau PCIM Jerman berhasil meloloskan program Inisiasi Hizbul Wathan Bahari (IHWB).

“Acara ini bekerjasama dengan berbagai PTM termasuk UMPyang berhasil meloloskan 6 mahasiswanya. Acara telahberlangsung dari September 2022 hingga Februari 2023,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagai bagian dari pengembangan kepanduan Muhammadiyah, Hizbul Wathan (HW) Muhammadiyah tengah berhasil melebarkan sayapnya melalui Kerjasama dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH atau lebih dikenal dengan GIZ pada program Green Diaspora Innovation tahun 2022.

“Kegiatan ini saat ini dalam pelatihan online yang wajib diikuti sebagai bekal dalam pembentukan HWB (red. Hizbul Wathan Bahari) di masing-masing kabilahnya,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam kegiatan ini peserta akan mengembangkan keterampilan kepanduan bahari dan juga mengembangkan program melalui aplikasi Android yang saat ini sedang dikembangkan.

“Sebagai negara maritim, HWB (Sea-Scout) sangat penting diselenggarakan sebagai upaya capacity building potensi kebaharian melalui generasi muda,” ungkapnya. (AWN/tgr)

sumber : ump.ac.id

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *