Kembangkan 6 Produk Usaha berbasis susu kambing dan MOCAF, HMTK Raih Tiket Menuju Anugerah Abdidaya 2023

Tim PPK Ormawa Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) meraih kesempatan menuju Anugerah Abdidaya 2023 melalui pengembangan 6 produk usaha berbasis susu kambing dan MOCAF dalam Program Puspa Inspiratif di Desa Bawang, Banjarnegara.

Program Puspa Inspiratif merupakan program yang diusulkan oleh tim PPK Ormawa HMTK UMP dalam rangka meningkatkan perekonomian bagi masyarakat di Desa Bawang, Banjarnegara. Dimana program ini telah berjalan sejak bulan juli lalu. Dini Nur Afifah, S.Si., M.Eng selaku dosen pendamping menyampaikan bahwa melalui program PPK Ormawa 2023, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) berhasil mempertahankan komitmennya dalam program pengabdian masyarakat. “Tahun ini merupakan tahun ketiga bagi HMTK memperoleh pendanaan dari Kemendikbudristek dalam program pengabdian masyarakat.

Dimulai pada program WIRA DESA pada tahun 2021, HMTK setiap tahunnya semakin menunjukan komitmen dalam pengabdian kepada masyarakat, hal inilah yang menjadikan HMTK memperoleh kesempatan untuk menuju Anugerah Abdidaya 2023”, tuturnya. Diawali dengan permasalahan tingginya angka pengangguran serta terbatasnya lapangan pekerjaan yang ada di Desa Bawang, Banjarnegara mengantarkan Tim PPK Ormawa HMTK membuat program untuk menciptakan lapangan pekerjaan melalui kegiatan kewirausahaan.

Kegiatan kewirausahaan yang dibuat oleh tim adalah pengembangan produk usaha berbasis susu kambing dan MOCAF yang merupakan potensi yang ada di Desa Bawang, Banjarnegara. Melalui kegiatan ini telah dihasilkan 6 produk usaha yaitu, Mocaroll, Mocapie, Mocabites, Be-Yoghurt, Be-Keffir, serta Wedhang susu.

Tentunya selain untuk meningkatkan perekonomian bagi masyarakat setempat, dalam program ini Tim PPK Ormawa HMTK juga turut berperan aktif dalam isu nasional. Seperti dalam SDG’s ke 2 tentang ketahanan pangan dimana melalui program ini masyarakat mampu menciptakan diversifikasi produk MOCAF sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap terigu. Program ini juga aktif melibatkan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) yang berada di Desa Bawang, dimana ibu-ibu KWT berperan aktif dalam proses produksi dan serangkaian pelatihan jiwa kewirausahaan yang dilakukan oleh tim pelaksana untuk menunjang kegiatan kewirausahaan tersebut.

Salah seorang ibu KWT juga menyampaikan dampak dari adanya Program Puspa Inspiratif. Mewakili ibu-ibu KWT di Desa Bawang, beliau menyampaikan ucapan terima kasih. “Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah membuat program ini, melalui kegiatan ini ibu-ibu KWT merasa terbantu. Selain di ajarkan bagaimana membuat produk, kami juga diajarkan bagaimana memasarkannya. Harapannya di kemudian hari semakin banyak program-program seperti ini”, Ucap Sita Andrianti dari KWT Bawang Ceria.

Ketua tim PPK Ormawa HMTK, Anisa Agustina Vivianti, juga menyampaikan bahwa Program Puspa Inspiratif diharapkan mampu menjadi langkah awal yang baik bagi masyarakat di Desa Bawang, Banjarnegara. “Harapannya dengan adanya program ini dapat memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat Desa Bawang serta mampu menjadi langkah awal yang baik untuk membangun Desa Bawang menjadi desa wirausaha dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, tutur Vivi mahasiswa Teknik Kimia semester IV tersebut. (Dni/Ayb)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *