Deteksi Mikroba dengan Fluorescene Mahasiswa UMP Raih juara 3 Tingkat Internasional

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto kembali menorehkan prestasi yang sangat membanggakan. Dheandra Nurul Fadilah dan Firman Wicaksana dari Prodi Farmasi S1 yang berhasil meraih juara 3 tingkat Internasional dalam ajang Anti Microbial Resistance Hackathon IPSF 2022 Competition.

Anti Microbial Resistance Hackathon IPSF 2022 Competition merupakan ajang kompetisi mahasiswa farmasi se asia pasifik yang berkolaborasi dengan IADS (International  Association of Dental Student), IVSA (International Veterinary Student Association) , IFMSA (International Federation of Medical Student Association). Lomba AMR HACKATHON IPSF 2022 ini dilaksanakan pada tanggal 6 Desember 2022 untuk pengumpulan proposal ide, 25 Januari 2023 untuk pengumuman seleksi grup terpilih, dan puncak kegiatan  HACKATHON presentation sendiri dilaksanakan pada tanggal 28 Januari 2023.

Peserta yang mengikuti program ini ada 12 grup dan menyisihkan 7 grup tersisa dengan 71 orang peserta dari seluruh Asia Pasifik. Terdapat dua delegasi dari Farmasi UMP yaitu Dheandra Nurul Fadilah dan Firman Wicaksana. Event ini diselenggarakan oleh International Pharmaceutical Student Federation Asia Pasific Regional Office  (APRO) berkolaborasi dengan IADS (International  Association of Dental Student), IVSA (International Veterinary Student Association) , IFMSA (International Federation of Medical Student Association).

Lomba ini adalah kompetisi bagi mahasiswa rumpun kesehatan untuk menuangkan ide dalam teknologi kesehatan menanggulangi antimicrobial resistance di Asia Pasifik. Dalam ajang ini, Dheandra dan Firman tergabung dalam tim 12 dengan tema Policy. Dheandra sebagai ketua tim dengan Firman sebagai anggota dari ISMAFARSI Indonesia berkolaborasi dengan anggota berbagai asosiasi mahasiswa Kesehatan membuat inovasi “Regulatory Recommendations And Specific Detecting Tools For Three Water Microbial Variants With Fluorescence Method In Realizing the Acceleration Of Water Management And Environment In Asia Pacific”.

Dalam gagasannya, Dheandra dan tim yang tergabung dalam tim 12 mengagas alat deteksi mikroba dengan fluorescence untuk meningkatkan Kesehatan lingkungan dan air di Asia Pasifik. Diketahui pencemaran dan peningkatan AMR di lingkungan perairan merupakan salah satu masalah utama yang perlu ditangani oleh pengambilan kebijakan dalam penanganannya dan perlunya implementasi dalam pengukuran menggunakan alat deteksi. Alat deteksi yang dikembangkan menggunakan sistem deteksi dengan pendekatan swab dan terhubung dengan alat deteksi khusus yang akan menampilkan hasil pengukuran tiga bakteri tertentu pada layar dengan metode metode fluoresensi yang akan mendeteksi bakteri. Pengukuran kadar bakteri dalam alat yang dirancang tim 12 ini dilakukan dengan melihat parameter yang akan dimodifikasi pada alat pendeteksi dengan batas maksimal kadar aman bakteri dalam air, seperti Shigella sp yang berada pada batas aman dengan kandungan bakteri 1 x 105 CFU/gram. Melalui gagasan ide tersebut Dheandra dan firman berhasil menjadi juara second runner up dalam ajang kompetisi hackathon bergengsi di Asia Pasific. Melalui kompetisi Hackathon dapat menjadi ajang melatih kreativitas dan meningkatkan daya piker kritis dalam permasalahan lingkungan sehingga bisa berdampak pada kehidupan dan mendukung SDGs 2030. Kompetisi tingkat Internasional dapat dijadikan wadah untuk mengasah Bahasa asing dan menambah relasi di kancah internasional sehingga dapat memperluas wawasan mahasiswa.

Kepala Biro Kemahasiswaa dan Alumni Universitas Muhammadiyah Purwokerto Efi Miftah Faridli, M.Pd.  menyampaikan

“ Sungguh sangat membahagiakan dan menyambut baik kabar tersebut bahwa mahasiswa kami telah mengikuti kompetisi tingkat Internasional dalam ajang Anti Microbial Resistance Hackathon IPSF 2022 Competition.  Mudah-mudahan bisa memberikan motivasi kepada yang lain tidak hanya farmasi tapi juga fakultas untuk yang lain  supaya bisa berprestasi membawa nama baik pibadi, prodi, fakultas dan tentunyata ditingkat universita, dan dunia. Biro Kemahasiswaa dan Alumni dalam hal ini siap mendukung kegitan  kompeti-kompisi  berikutnya.” Pungkasnya

Lebih lanjut Dheandra Nurul Fadilah salah satu Mahasiswa peraih juara mengatakan

“Salah satu kebanggaan tersendiri karena dapat mewakili Mahasiswa Farmasi Indonesia dalam ISMAFARSI dan berkompetisi dengan berbagai mahasiswa se Asia Pasifik. Selain itu juga mendapatkan ilmu baru tentang teknologi dan kesehatan dan mengasah kemampuan team management dalam berbahasa asing untuk dapat berkomunikasi baik selama event berlangsung. Harapannya teman-teman Mahasiswa bisa terus berprestasi dengan mengasah ide dan kreatifitas serta menuangkannya dalam kompetisi hingga kancah internasional. Untuk mahasiswa kesehatan perlu sekali untuk mengikuti perkembangan teknologi kesehatan untuk mensukseskan kemajuan kesehatan sesuai SDGs 2030 dan hackathon competition ini bisa menjadi tempat untuk mencari informasi teknologi kesehatan sekaligus berkompetisi.” Pungkasnya (bud/ifa)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *