Purwokerto – Tempo hari ibu pertiwi dihadapkan cobaan bencana alam seperti longsor, banjir, gempa bumi dan lainnya. Seperti yang terjadi di daerah Malang, tepatnya di Kota Batu, telah terjadi bencana Banjir yang mengakibatkan rusaknya perumahan warga. Dampak yang mereka rasakan antara lain, kesulitan mendapatkan air yang bersih, sandang, pangan dan papan mereka juga harus dipenuhi.
Atas dasar kemanusiaan, empati dan semangat bersama untuk kebaikan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto, yang di selenggarakan oleh Kementerian Pengabdian Masyarakat telah mengadakan Galang Dana yang berkolaborasi dengan Komunitas Barudak Sunda menginisiasi Gerakan Peduli Bencana (19/11-2021).

Sekitar 21 orang yang tergabung dalam aksi nyata galang dana dari pukul 13.30-17.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan pada 3 titik lokasi yaitu di perempatan Aston, perempatan pusat ACC dan perempatan Tiara Kitchen. Total dana yang berhasil dikumpulkan adalah Rp. 614.900. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu masyarakat korban banjir di Desa Batu Malang.
Bapak Akhmad Darmawan, M.Si, selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Al Islam Kemuhammadiyahan, beliau sangat bangga terhadap kegiatan ini, beliau mengatakan
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepekaan mahasiswa untuk berbagi kepada pihak yang membutuhkan bantuan, mereka membantu orang-orang yang sedang kurang beruntung. Ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang terjadi bencana alam seperti longsor, banjir maupun permasalahan masyarakat yang lainnya memang disitulah ilmu yang dipelajari dapat diterapkan karena sebaik-baiknya ilmu adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Saya sangat bangga mereka memiliki kepekaan yang luar biasa. Kegiatan sebaiknya terstruktur dengan program kerja yang ada di sesuikan pula dengan program nasional ada sistem pemeringkatan manajemen kemahasiswaan juga ada program kampus merdeka. jadi jika program program itu dilaksanakan sebetulnya mahasiswa sudah sangat sibuk. harapan dari program ini tidak hanya rencana tetapi kemanfaatan kegiatan itu akan dirasakan oleh semua pihak terutama masyarakat dan mahasiswa” jelasnya.
Harapan Bapak Akhmad Darmawan, M.Si kepad BEM KM UMP beliau mengatakan
“Pesan saya terus berkarya sesui dengan kompetensi masing-masing, sesuai bidang masing-masing. Harapan saya setiap organisasi mahasiswa mempunyai program pengabdian masyarakat, program research, kemudian memiliki prestasi yang lain. Saya kira banyak sekali event yang diselenggarakan dan sudah semestinya organisasi mahasiswa mengikuti itu, juga aktif menyelenggarakan event nasional maupun internasional dengan seperti itu mereka akan mempunyai pengalaman yang lebih. Jadi itu bedanya aktifis dan yang kurang aktif dan kita mendorong semua mahasiswa UMP menjadi mahasiswa yang aktif dalam rangka meningkatkan kompetensi ketika mereka bekerja di masyarakat, sehingga mereka tidak canggung ketika menjadi bagian di masyarakat, jadi bukan hanya ,menjadi follower tetapi juga menjadi leader” jelasnya.
Sebagai Presiden BEM KM UMP Ilyas Rosyid Firdausi juga sangat mendukung gerakan tersebut “Bentuk kepedulian terhadap sesama saudara kita, harus kita realisasikan dalam bentuk nyata, Mungkin dalam kebiasaan kita, sudah terbiasa mendoakan kawan, saudara serta Sahabat kita, terutama yang tertimpa musibah. BEM KM UMP konkret melaksanakan aksi Galang dana turun kejalan untuk menghimpun dana masyarakat yang ingin berbagi, semoga dengan hasil Galang dana yang ada bisa menjadi bantuan untuk saudara kita yang tertimpa musibah.” tuturnya.
Sementara Menteri Pengabdian Masyarakat yang menyelenggarakan acara galang dana Dian Ayuliani mengatakan “Kegiatan ini merupakan kegiatan positif yang harus terus di kembangkan. Supaya menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama. Dan saya harap bantuan ini dapat membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir disana.”tuturnya.
Hasil dari penggalangan dana ini akan disalurkan untuk korban banjir di Malang. Terima kasih kepada para donatur dan teman-teman yang telah berpartisipasi, semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara kita yang terdampak banjir di Desa Batu,Malang. (Dta/Bud)

