Career Development Center (CDC) Universitas Muhammadiyah Purwokerto Menggelar Acara Jobfair Virtual Tahun 2021

Universitas Muhammadiyah Purwokerto melalui Career Development Center (CDC) melaksanakan Jobfair Virtual selama dua hari, berlangsung dari tanggal 21 – 22 Oktober 2021. Kegiatan Jobfair Virtual mengangkat tema “Menumbuhkan Sumber Daya Manusia yang Progresif dan Bermental Tangguh.” Acara Jobfair Virtual tersebut merupakan wadah untuk menyalurkan pekerjaan antara para pencari kerja dengan perusahaan-perusahanan yang membuka lowongan pekerjaan. Melalui Jobfair Virtual terkumpul sebanyak 16 perusahan yang bergabung dengan berbagai macam lowongan pekerjaan yang ditawarkan. Perusahaan-perusahaan yang ikut andil dalam kegiatan tersebut seperti perusahaan di bidang kuliner, perbankkan, perhotelan, wisata dan lain sebagainya.

Kegiatan Jobfair dilakukan untuk mempermudah para pencari kerja khususnya untuk alumni UMP supaya cepat mendapatkan tempat kerja setelah wisuda. Banyak peserta yang sangat antusias dalam mengikuti Jobfair virtual. Selain itu, acara pembukaan dihadiri oleh Efi Miftah Faridli, M.Pd sebagai Kepala Biro BKA UMP, dan Ahmad Darmawan, SE., M.Si sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan AIK. Turut mengundang dan dihadiri pula oleh Muchamad Yusuf S.T., M.Si  selaku Koordinator Pengembangan Kemitraan dan Jejaring Pasar Kerja Kementrian ketenagakerjaan, dan Drs. Joko Wiyono, M.Si selaku Kepala Dinas Tenaga kerja, Koperasi dan UKM.

Dalam acara pembukaan Jobfair Virtual, Efi Miftah Faridli, M.Pd. sebagai Kepala BKA UMP menyampaikan sambutannya. “Terima kasih khususnya kepada Kementerian Tenaga Kerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia yang telah memfasilitasi dan mendampingi, serta memberikan virtual aplikasi Jobfair virtual tahun 2021, serta Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UKM atas bimbingan dan arahannya. Mudah-mudahan untuk tahun-tahun berikutnya bisa bekerjasama dan berkolaborasi lebih baik lagi. Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh dinas tenaga kerja yang berada di wilayah Banyumas, Purbalingga, Kebumen, Cilacap, Banjarnegara, serta seluruh perusahaan yang yang berkenan mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.

Sambutan pun disampaikan pula oleh Ahmad Darmawan, SE., M.Si Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan AIK, beliau menyampaikan harapannya dalam pelaksanaan Jobfair Virtual ini. “Salah satu tanggung jawab dari perguruan tinggi UMP adalah:bertanggung jawab untuk mengawal proses dari input mahasiswa baru maupun SDM yang berkualitas, berkompeten dan menjadi salah satu sasaran utuh universitas bahwa setiap kelulusan UMP dalam jangka waktu 6 bulan setelah wisuda harus memperoleh tempat kerja yang menjadi tanggung jawab, yang dituangkan dalam universitas Muhammadiyah purwokerto. Tentunya tidak mudah jika sendiri, perlu bekerjasama dengan  beberapa pihak dan kepala dinas tenaga kerja khususnya Koordinator Pengembangan Kemitraan dan Jejaring Pasar Kerja yang harus bekerjasama secara kontinyu, agar UMP bisa mewujudkan sasaran utuh UMP supaya selama 6 bulan masa tumbuh alumni bisa tercapai.”

“Perjuangan ini tentunya tidak mudah kita capai. Kita menyadari bahwa problematika suatu negara adalah masalah pengangguran dan efek dari pengangguran. Efek dari pengangguran itu banyak sekali seperti, ekonomi yang tidak bertumbuh, keresahan sosial dan lain-lain, sehingga pengangguran menjadi penyakit ekonomi bagi masyarakat. Penyakit yang sangat ditakutkan oleh negara manapun. Oleh karena itu, bisa melihat data statistik pencari kerja di tahun 2021 atau Angkatan kerja per-kuartal 1 ada 139,8 juta orang meningkat menjadi 159 juta orang dibandingkan dengan kuartal akhir 2020. Kemudian, tingkat penggangguran juga meningkat akibat COVID-19. Demikian pula tingkat pengangguran pendidikan masih tinggi, yang jadi keprihatinan dari perguruan tinggi. Jadi, tidak hanya dengan IPK yang tinggi tetapi juga skill dan soft skill yang harus dimiliki oleh para alumni,” pungkasnya.

Senada dengan harapan sebelumnya, Muchamad Yusuf S.T., M.Si selaku Koordinator Pengembangan Kemitraan dan Jejaring Pasar Kerja Kementrian ketenagakerjaan menyampaikan harapan ddalam sambutannya. “Pelaksanaan Jobfair virtual ini merupakan suatu upaya yang sangat bermanfaat dan berkontribusi terhadap penciptaan peluang bagi tenaga kerja untuk mendapat pekerjaan, serta bagi perusahaan agar memperoleh kandidat yang berkualitas dan sesuai dengan spesifikasi jabatan yang ditawarkan. Selain aman pelaksanaanya, Jobfair ini lebih efisien karena akan mengurangi biaya yang harus dikeluarkan oleh pencari kerja, perusahaan, bahkan penyelenggara. Selain itu, penyelenggara Jobfair virtual merupakan salah satu perwujudan pemanfaatan teknologi Indonesia yang dilakukan pada saat ini.”

Lanjutnya, “pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan juga menyediakan layananan ketenagakerjaan yang dapat diakses oleh semua masyarakat Indonesia untuk mendapatkan informasi ketenagakerjaan seperti pelatihan, lowongan pekerjaan, pemagangan, kelembagaan, dan sebagainya yang dapat diakses secara umum melalui siapkerja di laman kemnaker.go.id. Selamat, semoga sukses dalam menyelenggarakan Jobfair virtual ini. Semoga Jobfair ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi alumni UMP itu sendiri, sehingga dapat secepatnya terserap di dunia kerja dan bisa mendapatkan kerja 6 bulan setelah kelulusan,” pungkasnya.

Sebagai penutup sambutan dan pembuka acara Jobfair virtual tersebut, Drs. Joko Wiyono,M.Si selaku  kepala Kepala Dinas Tenaga kerja, Koperasi dan UKM menyampaikan harapannya. “Jobfair adalah salah satu upaya dan ikhtiar kita untuk memberikan treatment perlakuan dan solusi baik untuk anak-anak kita, adik-adik kita yang ingin bekerja. Adanya Jobfair inilah yang menjadikan forum strategis. Mengapa strategis? karena Jobfair dapat dijadikan salah satu bentuk indikator untuk mengembangkan potensi dan SDM yang kita miliki. Jobfair ini diharapakn bisa memberikan suatu bentuk jalan keluar kepada adik-adik, kita, anak-anak kita yang baru tamat perguruan tinggi. Dari data yang kita miliki, pencari kartu kuning sekitar ada 10.439, dari jumlah tersebut yang sudah bekerja sekitar 6.362 sehingga kalau Jobfair kali ini ada 1.172 yang dibuka, maka paling tidak bisa mengurangi jumlah itu. Saya berharap tidak hanya cukup sampai sini saja tetapi Jobfair ini bisa dilaksanakan setahun dua kali,” jelasnya. Setelah itu, pembukaan Jobfair virtual dibuka dengan dipukulnya gong sebagai tanda dimulainya acara Jobfair virtual 2021. (Via)