Berita

Pelatihan Resiliensi UMP hadirkan Juara CNN Journalist Award


Pelatihan Resiliensi UMP hadirkan Juara CNN Journalist Award


Sabtu, tanggal 18 Juni 2016. UMP helat Pelatihan Resiliensi yang diadakan oleh SAC (Student Advisory Center) yang bertempat di Aula Fakultas Teknik Lt.5 .

Reivich. K dan Shatte. A (2002) dalam bukunya “the resiliency factor” menjelaskan bahwa arti resiliensi itu adalah kemampuan untuk mengatasi dan beradaptasi bila terjadi sesuatu yang merugikan dalam hidupnya. Bertahan dalam keadaan tertekan sekali pun, atau bahkan berhadapan dengan kesengsaraan (adversity) maupun trauma yang dialami sepanjang kehidupannya. Resiliensi bukanlahlah suatu trait, akan tetapi bersifat kontinum, sehingga tiap individu dapat meningkatkan resiliensinya (Reivich & Shatte, 2002). Kemampuan seseorang untuk menyembuhkan diri, beradaptasi, atau bangkit kembali ke kondisi normal (resiliensi) bervariasi sepanjang hidup mereka (Norman, 2000).



Dalam dimensi pendidikan, Kita tau bahwa Resiliensi memegang peranan penting dalam karakter Mahasiswa yang mempunyai daya lenting yang akan membuat Mahasiswa tersebut dapat bekerja secara optimal meskipun lingkungan luar bersifat fluktuatif (naik-turun). Acara ini digelar Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) guna memperkuat Softskill Mahasiswa di area tersebut. Tak lupa Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ir. Aman Suyadi, M.P. dan Kepala Biro Kemahasiswaan & Alumni, Agus Mulyadi P. , S.P.,M.P. turut menyambut dan meramaikan Pelatihan Resiliensi yang diikuti oleh hampir 180 Mahasiswa.



Sebagai pembuka acara, pihak SAC yakni Lia Mareza,M.A dan Itsna Nurrahma M.,M.A memberikan ulasan mengenai problematika yang biasanya dialami oleh para mahasiswa mulai dari masalah pribadi, pertemanan dan lingkungan. Kemudian Ketua SAC UMP, Rr. Setyawati,M.Si memetakan masalah mahasiswa berdasarkan Stress Source nya, sebagai dasar bimbingan & konseling di luar acara tersebut.


Dan yang membuat acara ini menjadi lebih menarik yakni dengan adanya bintang tamu Getun Tri Aena , Peraih CNN Television Journalist Award 2013 untuk kategori education, culture, and art. Getun Tri Aena, atau lebih sering kita sapa Getun berasal dari desa Clapar, Banjarnegara, Jawa Tengah. Ia menjadi inspirasi bagi teman-teman di sekolahnya. Gadis yang tak memiliki kedua tangan itu merupakan salah satu murid terpintar dan berprestasi di sekolah. Bahkan, ia kerap meraih ranking 1 di kelas. Segudang prestasi dimiliki Getun mulai dari nilai 90 di UN Matematika, membuat lagu dan memainkannya sendiri pada organ dengan kedua kakinya, bahkan tulisan tangannya lebih baik dibandingankan dengan anak normal seumurannya. Sampai-sampai ia dapat meng-umrohkan Bapak-Ibu nya sendiri. Kegigihan bocah yang lahir pada Mei 2002 ini tak hanya terlihat di sekolah namun juga di rumah. Mulai dari mencuci piring, memotong sayuran dan bahkan menyisir rambutnya, ia lakukan sendiri.


Impian gadis ini saat sesi interview pada pelatihan resiliensi ini cukup membuat hati kita yang memiliki anggota badan yang utuh terketuk hatinya. “ Saya ingin memeluk Ibu saya”. Pertanyaan demi pertanyaan diajukan oleh ketua SAC, Rr. Setyawati dan beberapa volunteer mahasiswa untuk menggali lebih dalam anak yang sangat bersahaja ini dengan segala keterbatasannya. Air mata audience & interviewer yang juga pecah pada sesi ini dan saat Getun memainkan lagu yang bejudul “Andaikan Aku punya sayap” dan lagu hasil karya nya sendiri “Doaku” & “Cahaya Hati” dengan kakinya membuat hati kita terketuk, Coba bayangkan dengan kita yang mempunyai tubuh normal. Semoga dengan adanya cara ini dapat menambah rasa syukur kita atas segala nikmat yang telah Allah SWT yang telah diberikan kepada kita.

UMP siapkan Mahasiswanya untuk bersaing di Ajang PKM 2016


Bertempat di Aula Gedung Fakutas Teknik lt.5, Selasa, 14 Juni 2016. Untuk kali pertamanya UMP (Universitas Muhammadiyah Purwokerto) adakan Workshop Penulisan Proposal PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) yang sedikitnya diikuti oleh 100 Mahasiswa dari berbagai program studi yang ada di UMP. Meskipun di bulan Ramadhan, Acara yang disambut oleh Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan, Ir. Aman Suyadi, S.P,M.P. ini diikuti secara antusias oleh semua mahasiswa.

 

Sekilas tentang PKM yang diikuti oleh UMP, ditahun 2014 ,Universitas Muhammadiyah Purwokerto meraih jumlah tertinggi PTS se-Jateng yakni sebanyak 54 proposal, di tahun 2015 sebanyak 48 proposal dan lagi-lagi terbanyak se-Jateng. Sementara di tahun 2016 mengalami penurunan lebih dari 50% yakni hanya 13 proposal saja. Melihat kondisi tersebut, ketua SSC (Student Scientific Center) UMP, Anwar Ma’ruf, meng-inisiasi program pelatihan PKM bagi mahasiswa agar mahasiswa UMP yang ikut andil dalam PKM ditahun ini maupun tahun berikutnya lebih matang dan dapat bersaing secara global.


Umumnya Mahasiswa yang mengikuti ini adalah para Newbie dan rata-rata belum pernah mengikuti ajang PKM. Workshop ini dibagi dalam beberapa sesi, dimulai dari Pembukaan, Pengenalan PKM dan Pendalaman materi masing-masing bidang yang antara lain PKM-K (Kewirausahaan) dibimbing oleh Efi Miftah Faridi, M.Pd. dan M. Agung Miftahudin,S.E.,M.Si , PKM-P (Penelitian) dibimbing oleh Anwar Ma’ruf, M.T. dan Arum Adita, M.Pd, serta PKM-M (Pengabdian Masyarakat) oleh Agus Mulyadi Purnawanto, M.P. dan Ragil Setyabudi, S.K.M.,M.Kes.

 

Acara ini diselenggarakan guna memberikan perspektif positif bagi mahasiswa agar dapat mengolah ide atau gagasan yang mereka, melihat kondisi di lingkungan mereka tentang apa-apa yang kurang dan perlu ditingkatkan baik produktivitas maupun kelayakannya agar dapat memberikan manfaat yang jauh lebih baik bagi khalayak ramai yang kemudian mereka tuang kedalam proposal PKM. Tak lupa, Mahasiswa juga diajarkan bagaimana membuat judul yang fantasis, menulis Proposal PKM yang baik secara tata tulis maupun content yang ada didalamnya. Semoga dengan adanya acara ini menjadi Perintis kemajuan UMP di masa yang akan datang dibidang prestasi Mahasiswa yang dapat bersaing di kanca nasional maupun Internasional. (Afif)

UMP Kirimkan Wakilnya Pada Ajang Pimnas Ke-28

Purwokerto - Salah satu program Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) bersama Program kerja Menteri Riset dan Teknologi Indonesia adalah perwujudan generasi muda yang berinovasi dan berkarya dalam keberagaman untuk kesejahteraan berkelanjutan. Demi mewujudkan misi tersebut dilaksanakanlah program Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) setiap tahunnya. Pekan Kreativitas Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang ke-28 tahun 2015 ini dilaksanakan di Kendari, Sulawesi Tenggara pada Senin-Jumat, 05-09 Oktober 2015, diikuti oleh Perguruan Tinggi terbaik di seluruh Indonesia.

 

Universitas Muhammadiyah Purwokerto adalah salah satu Perguruan tinggi terbaik di Jawa Tengah yang rutin selama 3 tahun terakhir mengirimkan wakilnya di kompetisi Pimnas. Dengan menciptakan produk yang inovatif, Tim Pimnas PKM UMP berangkat dari Jakarta menuju Kendari dengan semangat juang yang tinggi.

 

Acara yang berlangsung selama 5 hari ini diawali dengan pembukaan seremonial peresmian PIMNAS Ke-28 dengan penampilan tari yang menceritakan asal usul Halu Oleo yang merupakan nama dari Universitas penyelenggara PIMNAS Ke-28, Universitas Halu Oleo (UHO). Dihadiri oleh Rektor UHO, walikota dan Gubernur Kendari, acara seremonial tersebut berhasil membawa nuansa semangat bagi para peserta.Tidak hanya lomba presentasi produk atau karya, PIMNAS ke-28 juga menghadirkan pameran produk / karya serta pameran poster yang bertujuan untuk mencerdaskan sekaligus memaparkan kepada khalayak umum terkait karya anak negeri yang berkualitas.

 

Tahun 2015 ini, UMP Berhasil masuk sebagai Finalis PIMNAS dari cabang PKM Kewirausahan dengan Judul "Upaya Meningkatkan Keberhasilan Program ASI (Air Susu Ibu) Eksklusif dengan Pillow Breastfeeding (Bantal Menyusui)" yang beranggotakan NINUK ANGELIA(1211020017), EMI SURYANI(1211020068), AKBAR DHIKA TRI PURWONO(1311020151), dan LATIF HISBULLOH(1211020178). 

"PIMNAS kemarin, bagus, menyenangkan, ketemu mahasiswa seluruh indonesia, mahasiswa-mahasiswa yang luar biasa tentunya, banyak penelitian yang baru, produk-produk inovasi mahasiswa yang belum pernah ada, yang dharapkan bisa membantu permasalahan dimasyarakat, di PIMNAS kan juga ada kompetisinya, Jasi sportif banget, soalnya apa yang ditampilkan setiap kelompok tuh beda-beda, punya keunggulan masing-masing, dan bagus semuanya." tutur Ninuk(Keperawatan 2012) sekaligus sebagai Ketua Kelompok.

Sistem Informasi

Social Media