Berita

GREAT MUSLIMAH TRAINING 1

Alhamdulillah telah dilaksanakan acara Great Muslimah Training 1 pada tanggal 21 Februari 2021 dari pukul 07.15 hingga 11.28 WIB. Acara GMT 1 ini sendiri merupakan program kerja tahunan dari departemen kemuslimahan LDK AL KAHFI. Total jumlah peserta yang mendaftar pada acara kali ini yaitu sebanyak 262 orang, dengan jumlah peserta yang hadir saat acara sebanyak 183 peserta.

Pada pukul 07.15, MC non formal (Ukh. Citra dan ukh Seila) mulai mengkondisikan peserta dengan mengajak peserta mengobrol. Pada pukul 07.20, MC formal (ukh. Suci) mengambil alih acara karena acara pembukaan akan dimulai. Acara dibuka dengan pembacaan al qur’an oleh ukh Santi Safitri. Setelah itu dilanjutkan dengan pemutaran lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah. Acara selanjutnya berupa sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Ukh Raicha selaku ketua panitia dari acara GMT 1. Kemudian sambutan yang kedua disampaikan oleh pembina LDK AL KAHFI ustad Ahmad Husein S.Ag., M.Sos sekaligus membuka acara GMT 1 ini.

Setelah rangkaian acara pembukaan sudah selesai, MC non formal kembali mengambil alih acara. MC non formal mengajak peserta untuk melakukan jargon dan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video GMT dari tahun lalu. Setelah itu MC meminta peserta untuk mengisi link pretest yang dibagikan oleh bagian kesekertariatan. Pengisian link pretest tersebut diberi waktu selama 5 menit.

Setelah peserta selesai mengisi link, MC non formal kemudian mulai memperkenalkan moderator untuk pemateri 1 (Ukh Nindy) dengan cara membacakan CV. Setelah MC memperkenalkan moderator, moderator kemudian mengambil alih acara. Moderator mulai membacakan CV dari pemateri 1. Untuk pemateri 1 yaitu Ka Rahma Shafiyurahman menyampaikan bahasan mengenai “Quarter Life Crisis”. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwasannya quarter life crisis merupakan periode kehidupan yang dipenuhi ketegangan emosional berisi kekhawatiran, ketakutan/kegelisahan terhadap berbagai macam masalah kehidupan dan ketidakpastian akan masa depan yang terjadi pada usia 20-30 tahun. Pada sebuah penelitian disebutkan bahwa penyebab terbesar dari quarter life crisis ada pada ketidak pastian finansial, keluarga, pasangan hidup, dan karir masa depan. Maka dari itu, Ka Shofi memberikan saran untuk perbanyak referensi baik itu dari back to qur’an, menambah wawasan, dan memilih mentor dan role model yang tepat. Untuk masalah kebingungan akan tujuan dan prioritas, diusahakan untuk dapat mempertimbangkan sebab dan akibat, dan memprioritaskan hal-hal yang berimpact besar dan berjangka panjang.

Setelah pematerian 1 selesai, moderator mempersilahkan peserta untuk bertanya. Total kesempatan bertanya untuk pemateri 1 yaitu sebanyak 3 penanya. Setelah pertanyaan terjawab dilanjutkan dengan sesi pemberian sertifikat pemateri secara virtual dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Kemudian dari moderator mengembalikan acara ke MC non formal.

MC non formal kemudian mengajak peserta untuk melakukan games ice breaking. Games yang dilakukan yaitu berupa tebak nama film dan tokoh. Pemenang yang diambil dari games ini yaitu sebanyak 4 orang peserta. Setelah selesai melakukan games, MC kemudian membacakan CV dari moderator kedua (Ukh Ria) dan kemudian mempersilahkan moderator untuk bergabung.

Setelah moderator bergabung, acara diambil alih oleh moderator. Moderator menyapa peserta dan juga memperkenalkan dan membacakan CV dari pemateri kedua. Materi kedua dengan bahasan mengenai “Muslimah Intelektual” disampaikan oleh Ka Ayunda Nisa Chaira. Pada penyampaiannya, Ka Ayunda menyampaikan bahwasannya “kuliah itu hanyalah satu titik dari sebuah garis panjang perjalanan hidup. Kuliah itu bukan tujuan kita, melainkan salah satu ikhtiar kita untuk menggapai tujuan-tujuan kita”. Ka Ayunda Nisa juga menyarankan peserta untuk dapat membuat individual development plan yang mana bertujuan untuk dapat memperinci target-target kita. Dan supaya kita dapat menemukan “reason of being” dalam diri kita. Untuk mencapai tujuan, target yang kita harapkan menemukan teman yang mendukung kita ke arah yang positif itu sangat diperlukan. Selain itu terus berusaha meningkatkan kualitas diri juga sangatlah penting. Pesan terakhir yang disampaikan oleh Ka Ayunda Nisa yaitu untuk kita jangan lupa bersyukur.

Setelah pemateri 2 selesai menyampaikan materi, dilanjutkan dengan tanya jawab yang pandu oleh moderator. Total kesempatan bertanya pada pemateri kedua yaitu sebanyak 2 orang penanya. Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian sertifikat kepada pemateri secara virtual dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Moderator kemudian mengembalikan acara kepada MC non formal.

MC non formal kemudian mengajak peserta untuk mengisi link presensi dan juga mengisi link postest. Untuk pengisian link presensi diberi waktu sebanyak 3 menit, sedangkan untuk link postest diberikan waktu sebanyak 5 menit. Setelah pengisian kedua link tersebut, MC non formal mengumumkan nama-nama pemenang games ice breaking (4 orang) dan penanya terbaik (1 orang dari setiap pematerian). Acara dilanjutkan dengan MC non formal yang mempersilahkan kepada salah satu peserta untuk menyampaikan kesan dan pesan pada acara kali ini. Kemudian dilanjutkan dengan MC non formal yang mengingatkan peserta untuk menuliskan resume secara menarik untuk kemudian di upload di instagram masing-masing dan men-tag akun LDK AL KAHFI. Selanjutnya acara ditutup Oleh MC non formal dengan doa akhir majlis.

ARTIKEL

Sistem Informasi

Social Media

Unit BKA