Berita

Sm@rt Univesitas Muhammadiyah Purwokerto Tahun 2021

Purwokerto , Pada tanggal 1 - 4 Februari Pukul 07.00-11.30 WIB, telah berlangsung training secara virtual yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dalam rangka mengembangkan kemampuan mahasiswa baik dari aspek akademik maupun softskill yang berkaitan dengan konsep yang benar dalam memahami diri sendiri, orang lain dan menjadi bagian dari organisasi serta dapat memiliki konsep entrepreneur yang baik. Training ini diadakan sebagai bentuk kepedulian dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto terhadap terhadap para mahasiswa. Softskills Management and Resolution Training (SMART) merupakan kegiatan yang wajib dikuti oleh seluruh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang memiliki tujuan untuk membekali dan memotivasi mahasiswa sehingga memiliki softskill kepemimpian yang baik. Training SMART ini diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Muhammadiyah Purwokerto secara virtual dengan tema “Pahami diri sendiri dan orang lain, Mampu bekerjasama dengan orang lain, Menjadi Entrepreneur yang tangguh”

Training ini dibagi menjadi 4 gelombang yang dselenggarakan secara virtual melalui zoom dan akun youtube Kemahasiswaan UMP. Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh motivator sukses dari civitas akademik Universitas Muhammadiyah Purwokerto serta juga dihadiri oleh motivator dari para pengusaha muda sukses Indonesia dan seluruh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang akan memasuki semester 2 sejumlah 2.432 orang.

Training ini dibuka oleh Kepala Biro Kemahasiswaan dan alumini, Efi Miftah Faridli, M.Pd. Dalam sambutannya beliau mangatakan bahwa SMART merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto dengan memiliki tujuan yang penting dalam meningkatkan softskill, kemampuan berkomunikasi, berfikir kritis dan kreatif serta dapat menghadapi kegiatan-kegiatan yang berkaitan baik dalam akademik, kemahasiswaan dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam sambutan kedua dari Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan AIK Akhmad Darmawan S.E., M.Si, beliau menyampaikan bahwa SMART merupakan kegiatan wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang mana dapat membekali diri, memotivasi diri di bidang leadership. Beliau juga menyampaikan bahwa setiap mahasiswa lahir tentunya merupakan kholifah fil ardhi, yang mana memiliki potensi kepemimpinan. Potensi kepemimpinan itu sebagai sebuah fitrah bagi manusia, oleh karena itu sangat penting untuk diasah dan dikembangkan, sehingga akan membentuk satu pemimpin yang lahir tidak hanya mengandalkan kecerdasan namun juga mengandalkan religiusitas.

Kemudian masuk pada acara inti dari SMART 2021, yang menghadirkan beberapa narasumber baik dari kalangan civitas Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan juga dari kalangan pengusaha muda Indonesia yang menginspirasi generasi milenial.

Narasumber pertama yaitu Dr. Ugung Dwi Ario Wibowo, M.Si. Psikolog. Beliau merupakan salah satu Dosen di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, selain itu beliau juga merupakan seorang Psikolog serta seorang Trainer.

Dr. Ugung Dwi Ario Wibowo mengatakan bahwa pada era revolusi industri 4.0 semua pekerjaaan manusia dihadapkan pada suatu kemudahan yang ditunjang dengan kemajuan IPTEK. Namun demikian kemajuan IPTEK tidak hanya memberikan dampak positif, tetapi juga dapat memberikan dampak negatif seperti munculnya permasalahan mahasiswa yang kecanduan terhadap game online dan juga sosial media. Akibat hal tersebut mahasiswa akan lupa waktu dan akan menjadi malas dalam belajar sehingga dapat menghambat kesuksesan. Menurut Dr. Ugung Dwi Ario Wibowo dalam mencapai sebuah kesuksesan seseorang harus terlebih dahulu memahami potensi diri dan sadar dalam hidup pasti terdapat permasalahan. Oleh karena itu penting bagi mahasiswa untuk mengetahui The Secret Of Softskills karena Softskill adalah salah satu indikator yang dapat menentukan kesuksesan dari seseorang.

Dr. Ugung Dwi Ario Wibowo menjelaskan bahwa mahasiswa sangat perlu mengambangkan 3 softskill diantaranya intrapersonal skill yaitu softskill yang ada didalam diri kita contohnya manajemen waktu, analytical thinking, religiusitas dan lain-lain. Kemudian yang kedua interpersonal skill yaitu ketrampilan antar pribadi yang berkaitan dengan bagaimana seseorang membangun relasi dengan orang lain, dan yang ketiga organizatinonal skill yaitu bagaiamana seseorang dapat bekerja dalam tim serta mampu memimpin dalam perusahaan. Indikator lain yang menjadi faktor dari kesuksesan orang yaitu adalah support system, karena dukungan dari orang-orang terdekat akan sangat berguna baik dalam memberikan semangat dan juga sebagai pengingat apabila jalan yang kita ambil tidak sesuai.

Dr. Ugung Dwi Ario Wibowo menjelaskan tentang Key Atribut Naceweb yang berkaitan dengan seleksi kerja. Seorang HRD dalam seleksi kerja akan mempertimbangkan beberapa hal, seperti kemampuan memecahkan masalah, kemampuan bekerja dalam tim, etika dalam bekerja, kemampuan koding, kemampuan berkomunikasi secara tertulis dan kepemimpinan. Beliau memberikan pesan serta harapan dengan adanya SMART ini, para mahasiswa dapat memberanikan diri untuk bermimpi karena mimpi yang akan mengantarkan kesuksesan, tetap persiapkan diri dengan pengetahuan yang luas dan menjadi baik lalu yang terbaik.

Narasumber yang kedua yaitu Dr. Asep Daud Kosasih, M.Ag. Beliau merupakan Ketua LPPI  Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan juga Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Dr. Asep Daud Kosasih, mengatakan bahwa pemahaman seseorang dalam mendambakan kesuksesan dapat dilihat dari dua sudut pandang, baik dari segi normatif dan historis empiris. Dalam sudut pandang normatif kesuksesan dapat diraih dengan tiga kunci yang dijelaskan pada QS. Al – Anfal Ayat 72 yang berisi kesuksesan dapat diraih dengan adanya keyakinan (beriman), semangat dalam melakukan perubahan kearah yang lebih baik dan kesungguhan dalam mewujudkannya. Selain itu juga dijelaskan pada QS. Al – Mujadalah Ayat 11 bahwa kesuksesan hanya akan diperoleh dalam wujud keimanan dan ilmu. Kemudian dipertegas kembali pada QS. Ali Imran Ayat 190 dan 193. Sedangkan dari sudut pandang historis empiris, kesuksesan dapat dilihat dari figur duta islam yaitu Nabi Muhammad SAW. Dr. Asep Daud Kosasih menjelaskan bahwa dalam mencapai kesuksesan seorang muslim dapat meneladani dari peristiwa yang telah dialami Rasulullah SAW dari mulai menjadi seorang yatim piatu, menggembala kambing, perang pijar, berdagang dengan Khatidjah, hingga peristiwa pemugaran Ka’bah. Dari peristiwa-peristiwa tersebut terdapat hikmah yang dapat diambil seperti tabligh, fathanah, siddiq dan amanah. Dr. Asep Daud Kosasih memberikan pesan bahwa dalam meraih kesuksesan sangat penting adanya religious softskills.

Narasumber yang ketiga yaitu Danu Sofwan. Beliau merupakan CEO PT Warisan Kuliner Indonesia, Owner Raja Cendol, Es The Indonesia, Panic Indonesia, Conceptor, Excecutor dan juga seorang Investor. Danu Sofwan mengatakan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama dan harapan yang sama, namun yang membedakannya adalah dari kesiapan diri. Masa depan hanya akan datang untuk mereka yang siap dan mempersiapkan. Danu Sofwan mengatakan bahwa dalam memulai dan membangun jaringan bisnis sangat penting adanya softskill entrepreneur dengan memperhatikan selera konsumen, target konsumen, SOP, life time, saluran dan distribusi serta data keuangan. Terdapat tiga pola yang dapat membuat binis berkembang yaitu membuka mindset, memakai riset, dan jangan lambret. Kemudian dalam memulai dan membangun jaringan bisnis seorang pengusaha pasti pernah mengalami keadaan dimana usaha naik dan turun terlebih pada situasi pandemi Covid-19. Oleh karena itu Danu Sofwan menjelaskan bahwa penting bagi seorang pengusaha melakukan analisis TOP (Threat, opportunity dan potency) dengan melakukan DESPACITO (Data Driven, Empaty, Surviving or Servicing, Preparing, Actuatizing, Cash Reserved, Internet Of Things, The Next Normal, Optimist) sebagai suatu strategi mempertahankan pasar. Kemudian Danu Sofwan juga memberikan tips agar suatu produk dapat laku dipasaran, yaitu dengan membuat inovasi yang berbeda, tidak biasa, memiliki nilai jual serta memiliki cerita dibalik produk tersebut. Beliau memberikan sebuah pesan bahwa jangan meremehkan hal sekecil apapun, karena hal kecil bisa menjadi sangat besar dan hidup selalu tentang belajar karena pengetahuan adalah sebuah kunci kesuksesan yang bersumber dari kreativitas.

Narasumber keempat yaitu Hadi Pramono, S.E., M.Si., Ak., CA. Beliau merupakan seorang Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan juga seorang Trainer. Kehidupan tidak akan datar dan pasti akan banyak ujian, namun yakinlah dapat melaluli ujian tersebut karena setiap kesulitan pasti terdapat solusinya. Menurut Hadi Pramono ilmu terbagi menjadi dua yaitu hardskill dan softskill. Hardskill adalah penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan ketrampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya. Setiap profesi dituntut mempunyai hardskill yang khusus tetapi softskill bisa merupakan kemampuan yang harus dimiliki disetiap profesi. Softskill adalah ketrampilan seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain (interpersonal skill), kecakapan hidup (performance) dan mengatur diri sendiri (intrapersonal skill). Hadi Pramono menjelaskan bahwa faktor yang memberi kontribusi keberhasilan dalam dunia kerja yaitu segi finansial sebesar 10%, keahlian bidangnya 20%, net working 30% dan softskill sebesar 40%. Oleh karena itu sangat penting memahami The Secret Of Softskills karena softskills sebagai faktor utama dalam keberhasilan dalam dunia kerja.

Menurut Hadi Pramono Softskill dalam kompetensi lulusan yaitu mampu berkomunikasi secara tertulis, bekerja tim, memaksimalkan teknologi, berfikir logis, berkomunikasi secara lisan, berkerja mandiri, memiliki ilmu pengetahuan, dan berfikir analitis. Hadi Pramono memberikan pesan untuk persiapkan diri dengan tidak mengabaikan softskill karena softskill menunjang keberhasilan seseorang.

Narasumber kelima yaitu Dr. Ibnu Hasan, M.S.i. Beliau merupakan Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah. Beliau mengatakan bahwa syariat islam banyak diamalkan sebatas memenuhi kewajiban rutin, sehingga kosong atau tidak produktif dan tidak ada softskill yang dapat terbentuk. Oleh karena itu penting adanya sebuah komitmen untuk membulatkan tekad dalam meraih tujuan dengan cara menumbuhkan keyakinan, lakukan perjanjian, bekerja dengan sungguh-sungguh, berani mengambil resiko dan rela berkorban. Dalam islam membangun sebuah komitmen dengan membaca syahadat dalam QS. An – Nahl Ayat 91. Dr. Ibnu Hasan menjelaskan bahwa religius softskill sangat dibutuhkan untuk pembentukan karakter seperti dalam shalat harus tenang dan fokus, kemudian puasa sebagai pengendalian diri, keteguhan hati menghadapi cobaan, empati dan cerdas, sedangkan haji sebagai aksi total dimana memiliki sebuah resolusi untuk perubahan menuju perbaikan, totalitas berislam dengan menebar kebaikan bukan menunggu kebaikan dari orang lain. Dr. Ibnu Hasan berpesan agar lebih mengamalkan religius softskill secara produktif baik shalat, puasa, zakat dan haji, sehingga tidak hanya sekedar menunaikan kewajiban saja.

Narasumber keenam yaitu Gugum Gumilar, S.P. Beliau merupakan Ketua IKA Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Owner PT Agrosida Selaras Bersama, Owner CV Tunas Agro Mandiri, dan Founder Aplikasi Go Tani. Gugum Gumilar mengatakan menjadi seorang pengusaha yang sukses harus dapat berkolaborasi dalam kompetisi untuk mencapai sebuah tujuan. Beliau juga menjelaskan dalam berkolaborasi dalam kompetisi untuk mencapai sebuah tujuan terdapat sebuah rancangan-rancangan masa depan yang menjadi sebuah impian kebahagiaan baik dunia dan akhirat, seperti keluarga yang bahagia, rumah idaman, tabungan pendidikan, tabungan haji, dana pension serta kebersamaan hari tua. Gugum Gumilar juga menjealskan bahwa terdapat 4 fase dalam mencapai kebahagian hidup baik sebagai seorang employe, business owner, self employe an investor. Tiga potensi dasar yang harus dimiliki seorang pengusaha yaitu accouttability  atau rasa tanggungjawab , consistent dan commitment. Selain itu terdapat hal yang perlu dilakukan dalam mengawali bisnis yaitu dapat diukur (measurable), dapat dijangkau (accessible), cukup besar (subtansitial), dapat dibedakan (differentiable) dan dapat dilaksanakan (actionable).

Narasumber ketujuh yaitu Teuku Wisnu. Beliau merupakan actor, presenter, Owner of Malang Strudel, Owner of Gerai HAWA, Bara Imaji dan In Partnership Bumbu Ireng Yusan, Nabawi Herbal. Awal mula beliau menjadi seorang entrepreneur yaitu belajar bisnis dengan orang lain dan juga belajar secara otodidak. Selain itu beliau juga pernah mengalami kegagalan karena latar belakang beliau yang memang bukan berasal dari seorang entrepreneur. Akan tetapi beliau mengatakan bahwa kunci sebuah keberhasilan yaitu dengan memiliki kolega yang tepat, dan selalu maui belajar untuk dapat berkembang. Selain itu kesuksesan Teuku Wisnu juga atas bantuan temannya yang memberikan sebuah motivasi kepadanya bhawa jika ingin sukses maka banyaklah bersedekah dan yakin bahwa janji Allah SWT itu nyata bagi orang-orang yang istiqomah di jalan-Nya. Kemudian di kondisi pandemi ini omset yang menurun dan dapat dikatakan sebagai suatu resesi, beliau menanggapinya dengan percaya bahwa kunci menghadapinya dengan berjuang sama. Teuku Wisnu menjadi pengusaha sukses kuncinya dengan fokus satu bidang yang dijalani dan cari guru yang tepat.

Kegiatan SMART ini ditutup dengan sesi foto bersama. Walaupun kegiatan SMART ini dilaksanakan secara virtual, namun acara berjalan dengan lancar dan terdapat  interaksi antara peserta, moderator dan  narasumber. Kesan Para mahasiswa juga puas dan senang mengikuti kegiatan SMART ini.

ARTIKEL

Sistem Informasi

Social Media

Unit BKA