Berita

PENYEMPROTAN DESINFEKTAN DAN PEMBERIAN BANTUAN

 (19/1/21) Kabupaten Banyumas merupakan daerah zona merah dengan jumlah pasien covid-19 yang tidak sedikit. Perlu adanya pemutusan mata rantai penyebaran covid 19 salah satunya dengan melakukan penyemprotan desinfektan di lingkungan rumah. Pembina KSR Unit UMP, Eko Sri Israhayu mengusulkan dan mendampingi proses penyemprotan di lingkungan RT 2 Perumahan Tegalsari Indah, Desa Ledug, Kembaran, Banyumas dengan meminta bantuan kepada PMI Kabupaten Banyumas dalam pelaksanaan penyemprotan desinfektan. Eko Sri Israhayu menjelaskan bahwa alasan penyemprotan di lingkungan rumah beliau bukan hanya untuk pencegahan, namun untuk memutuskan dan memberantas rantai penyebaran virus covid-19 karena terdapat beberapa rumah dengan anggota keluarga yang positif covid-19. Salah seorang warga menyampaikan bahwa jika terkena covid bukanlah suatu aib, seharusnya tidak menutup-nutupi dengan hanya berdiam diri di rumah dan dapat menularkan ke banyak orang jika tidak segera ditangani.

            Penyemprotan awal dilakukan dengan menyemprot lingkungan sekitar RT 2 Perumahan Tegalsari Indah, Desa Ledug, Kembaran, Banyumas, kemudian dilanjutkan penyemprotan ke rumah warga yang terdampak covid 19. "Mereka yang bertugas adalah calon penghuni surga", demikian dituturkan oleh seorang bapak yang rumahnya ikut dilakukan penyemprotan. Petugas penyemprotan desinfektan merespon baik perkataan bapak tersebut dengan membalas dan memberikan senyuman.

            Petugas penyemprotan desinfektan dilaksanakan oleh tim yang tergabung dalam KSR PMI Banyumas diantaranya Ibnu (KSR IAIN), Athala (KSR UMP), Adel (KSR UMP), Indah (KSR UMP), Sien (KSR UMP) dan didampingi oleh petugas posko PMI Kabupaten Banyumas yaitu Tri Eko Santoso. Kegiatan diawali dengan persiapan peralatan penyemprotan kemudian berdoa agar kegiatan dapat berjalan lancar, dengan harapan mata rantai penyebaran virus covid-19 dapat terputus dan pandemi segera usai. Warga sangat antusias dengan kehadiran petugas, dengan ikut mendampingi hingga petugas dipersilahkan untuk mengisi tenaga terlebih dahulu sebelum bertugas.

            Penyemprotan desinfektan di lingkungan rumah mungkin terlihat simple sekali jika dilakukan. Namun penyemprotan yang dilakukan dari lingkungan yang kecil dapat memberikan dampak yang besar dalam pemutusan mata rantai covid-19. Namun itu semua akan menjadi tak berarti jika masyarakat tidak ikut serta mematuhi protokol kesehatan. Covid-19 merupakan makhluk yang sangat kecil namun dapat mengancam nyawa dan dunia sedang berjuang memeranginya. Masyarakat seringkali acuh, bahkan tidak mempercayai keberadaannya. Perlu ditumbuhkan rasa peduli dan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

            Kegiatan selanjutnya yang dilakukan oleh perwakilan dari KSR Unit UMP, IAIN dan PMI Banyumas yaitu mengirimkan bantuan berupa kebutuhan sembako kepada tiga orang penderes yang terjatuh saat sedang bekerja. Pengiriman bantuan diawali dengan menuliskan data dari para penderes yang beralamat di desa Pasinggangan, Banyumas. Setelah data diperoleh, kegiatan dilanjutkan dengan pengambilan sembako di posko PMI yang terletak di jalan Kalibener untuk kemudian disalurkan kepada para penderes.

            Pemberian bantuan dibantu oleh pihak desa Pasinggangan dengan mengantarkan ke alamat penderes yang jatuh. Bantuan pertama disalurkan kepada SM di RT.3 RW.2, kemudian S di RT.4, RW.7 dan Y di RT.4 RW.5. Kondisi SM sudah cukup membaik meskipun masih terdapat pen pasca operasi. SM mengatakan “saya terima bantuan ini, terimakasih sekali sudah dibantu”. Kondisi S masih terbaring di rumah setelah dilarikan ke RS Siaga Medika Banyumas. Tri Eko Santoso selaku perwakilan dari pihak PMI Banyumas menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan saat berkunjung ke rumah penderes jatuh. Bantuan yang diberikan merupakan bagian dari masyarakat Banyumas yang memberikan bulan dana kepada pihak PMI.

ARTIKEL

Sistem Informasi

Social Media

Unit BKA