Berita

Webinar Pencegahan Perundungan Di Masa Pandemi

Purwokerto (10/12) - Bertepatan dengan hari Hak Asasi Manusia sedunia, Biro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Muhammadiyah Purwokerto bersama dengan Kaprodi PGPAUD Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan Dosen UPI menyelenggarakan webinar mengenai perundungan dengan tema "Pencegahan Perundungan Di Masa Pandemi (Bullying)" pada kamis (10/12).

Kegiatan ini diprakarsai oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang diselenggarakan secara virtual melalui zoom dan akun youtube Kemahasiswaan UMP. Webinar ini diikuti kurang lebih 450 peserta dari segala unsur.

Webinar ini dibuka oleh Ketua Biro Kemahasiswaan dan Alumni Efi Miftah, M.Pd. Dalam sambutannya, Efi berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan wawasan untuk pandai bersikap dalam bermedia sosial terutama dalam berkomentar dan dalam Undang-Undang ITE sudah jelas mengatur tentang transaksi dan informasi elektronik. Terdapat beberapa hal yang disampaikan Efi terkait hujatan dalam media sosial di tengah pandemi ini, ada sebuah perkataan dimana apabila hujatan diakhiri tanda tanya itu bukan termasuk hujatan (bullying) dan tidak dapat dijerat oleh hukum.

Paparan pertama dijelaskan oleh Dr. Desti Pujiati, M.Pd selaku Kaprodi PGPAUD Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Beliau menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan yang tidak menyenangkan dari yang kuat terhadap yang lebih lemah. Berdasarkan data KPAI tahun 2011 kasus perundungan (bullying) sudah marak terjadi, 48 orang menjadi pelaku dan 56 menjadi korban, namun dapat diminimalisir pada tahun 2018. Selain itu Desti juga menjelaskan beberapa hal terkait dengan bullying seperti jenis, dampak dan penyebab dari bullying. Ditengah pandemi Covid-19 tegnologi memiliki peran penting sebagai pelekat dengan menyusun skenario pembelajaran dan orang tua juga turut adil dalam pembelajaran anak, sehingga tersusun fondasi karakter.

Paparan kedua dijelaskan oleh Dr. Rita Mariyana, M.Pd. selaku Dosen UPI. Beliau menjelaskan terkait dengan beberapa perubahan perilaku akibat Covid-19, yang mana dapat meningkatkan cyberbullying terhadap anak terlebih keadaan ini memaksa untuk berada dirumah dan beraktivitas secara online yang memicu peningkatan stres, merasa bosan dan bebasnya dalam penggunaan media digital. Selain itu Rita juga menjelaskan dengan adanya cyberbullying, akan berdampak tidak hanya dalam jangka pendek namun juga jangka panjang, maka dari itu diperlukan dukungan baik secara teknis maupun psikopedagonis. Rita memberikan pesan untuk mencegah bullying dengan memberikan contoh yang baik, mempelihara komunikasi dengan baik, memberikan pemahaman serta perlu adanya kebijakan terkait bullying.

ARTIKEL

Sistem Informasi

Social Media

Unit BKA