Berita

WEBINAR ”Implementasi Nilai-Nilai Anti Korupsi Pada Keluarga dan Masyarakat”

Senin (21/12) Biro Kemahasiswaan dan Alunmni Universitas Muhammadiyah Purwokerto mengadakan Webinar Nasional dengan tema Implementasi Nilai-Nilai Anti Korupsi Pada Keluarga Dan Masyarakat untuk memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia dengan Narasumber Antara Lain :

Sa’diyati Umi M. Asofie selaku Komunitas Penyuluh Anti Korupsi Jawa Tengah,  Efi Miftah, M.Pd. Faridli Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni dan Dimoderatori Oleh Heri Purnomo, S.E.

Kegiatan webinar ini dilakukan secara daring melalui zoom dan akun youtube Kemahasiswaan Ump dan dihadiri oleh 185 Peserta.

Webinar ini dibuka oleh Wakil Rektor III, Bidang Kemahasiswaan dan AIK Akhmad Darmawan, S.E., M.Si.

Dalam sambutannya Darmawan berharap Pendidikan anti korupsi harus ditanamkan sejak dini agar bisa menamkan karakter pada generasi muda bermula dari lingkungan keluarga dan masyarakat.

 

Ada beberapa nilai yang disebutkan oleh Dharmawan terkait pendidikan anti korupsi, antara lain beriman, bertaqwa, cakap, berilmu, kreatif, mandiri, dan menjadi warga yang demokratis dan bertanggung jawab.

Paparan Pertama Dijelaskan Oleh Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni, Efi Miftah, M.Pd.

Beliau menjelaskan terkait Menanamkan nilai-nilai kejujuran sejak Dini.

Efi menyebutkan korupsi adalah kejahatan luar biasa, Dan kita tidak sadar menjadi korupsi, adapun contohnya tidak mendapatkan bantuan yang menjadi hak kita.

Korupsi dibedakan menjadi 2 yaitu korupsi karena kebutuhan dan korupsi karena keserakahan.

Korupsi Karena kebutuhan untuk mengatasinya harus dilakukan perbaikan system dengan meningkatkan integritas kampanye anti korupsi, pendidikan agama, konsep bersyukur dan untuk institusinya penghasilan harus ditingkan sebut Efi.

Efi juga menyebutkan Kejujuran itu penting karena bermanfaat bagi individu, tetapi juga untuk keluarga dan masyarakat.

Kejujuran menumbuhkan kepercayaan. Anak yang jujur akan tumbuh menjadi anak yang percaya diri, dapat dipercaya dan bahagia

Menginternalisasi kejujuran dalam pola pengasuhan akan menciptakan masyarakat Indonesia yang aman, Nyaman, dan Makmur. Kehidupan yang baik akan Mudah Terwujud pungkasnya.

Paparan Kedua Dijelaskan oleh Ibu Sa’diyati M. Asofie selaku Penyuluh anti Korupsi Jawa Tengah.

Beliau Menjelaskan Korupsi Merupakan kegiatan yang buruk dan menyimpang, kegiatan yang tidak bermoral yang dilakukan sendiri maupun korporasi yang akan merugikan bagi diri sendiri dan Negara.

Asofie berharap generasi Penerus khususnya mahasiswa tidak doyan korupsi bukan takut korupsi, karena jika takut masih ada peluang untuk melakukan tindakan korupsi.

Asofie menyebutkan kasus korupsi sangat marak di Indonesia, Mirisnya masyarakat Bukan mencegah akan tetapi juga ikut dalam kegiatan korupsi tersebut contohnya : Membayar dalam perekrutan pegawai, pembuatan sim, dan gratifikasi dalam proyek dll.

Ada 3 Strategi yang disebutkan oleh Asofie Untuk Menanggulangi Korupsi, Antara Lain :

  1. Edukasi, dalam Edukasi dijabarkan menjadi tiga yaitu Integritas Diri, Teladan Keluarga dan Budaya Organisasi.
  2. Perbaikan Sistem, dalam perbaikan system dijabarkan menjadi tiga yaitu Cek evaluasi perundang-undangan, revolusi birokrasi dan mengoptimalkan pemanfaat teknologi.
  3. Penindakan, dalam penindakan Masyarakat harus melakukan pengawasan dalam bidang pelayanan public dan harus berani melapor kepada penindakan jika ada kecurangan atau tindak korupsi.

Asofie juga berharap Masyarakat harus mempunyai Integritas diri yaitu integritas dalam kesesuaian hati, ucapan dan tindakan dan memegamng teguh prinsip-prinsip moral.

Adapun Ciri-ciri orang yang yang berintegritas adalah mempunyai kualitas diri dan kualitas interaksi pungkas Asofie.

ARTIKEL

Sistem Informasi

Social Media

Unit BKA