Berita

Serat Sabut Kelapa Alternatif Bahan Baku Badan Pesawat

Mahasiswa Fakultas Teknik dan Sains (FTS) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengembangkan material Coconut Fiber Composite (CFC) untuk aplikasi bahan konstruksi pesawat terbang. Mahasiswa tersebut ialah Fena Retyo Titani, Sulistyono dan Abdurrachim yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Penelitian Eksakta yang dibimbing oleh Haryanto S.T , M.T , Ph.D.


Fena Retyo Titani sebagai Ketua Tim mengatakan bahwa temuannya yang diberi judul “Pengembangan Material CFC untuk Aplikasi Bahan Konstruksi Pesawat Terbang” merupakan penggunaan serat sabut kelapa yang ramah lingkungan dan mudah didapat di Indonesia untuk menggantikan materi fiber glass dan matriks yang biasa digunakan untuk formulasi komposit sayap pesawat.


Pada dasarnya komposit merupakan campuran dari fiberglass dan matriks. Komposit dari fiber glass memiliki sifat ringan dan kuat, tetapi biaya produksinya lebih mahal mulai dari harga bahan dasarnya serta proses pembuatan dan pembentukan komposit relative lama. Selain itu fiberglass mudah rusak pada tekanan yang tinggi.


Sehingga dibutuhkan adanya material pengganti fiberglass yang berasal dari serat alam, salah satu alternatifnya adalah dari serat sabut kelapa. Penggunaan kembali serat alam dipicu oleh adanya regulasi tentang persyaratan habis pakai (end of life) produk komponen otomotif bagi negara-negara Uni Eropa dan sebagian Asia.


“Jadi intinya, disini saya mencoba mencari cara alternatif memanfaatkan serat alam sebagai pengganti serat fiberglass yg memiliki kekuatan yg sama,” ungkapnya.
Harapannya dengan Material CFC yang diyakini mampu meningkatkan kekuatan mekanik dapat berpotensi dikembangkan untuk aplikasi bahan konstruksi pesawat terbang. (Sls)

Sistem Informasi

Social Media