Artikel

KSR Unit UMP Aktif di Dapur Umum Penanganan Bencana Banjir Grujugan, Kemranjen

ksr2

Dokumentasi : Perwakilan KSR PMI Unit UMP turut serta dalam kegiatan bantuan Dapur Umum Bencana Banjir di Balai Desa Grujugan

BANYUMAS-Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Banyumas menyebabkan air meluap dan menimbulkan banjir di beberapa wilayah salah satunya Desa Grujugan, Kemranjen. Sejumlah bantuan dikerahkan guna membantu masyarakat yang terdampak banjir salah satunya seperti yang dilaksanakan oleh PMI Kabupaten Banyumas dengan tim inti Dapur Umum terdiri dari 5 orang yang mana ikut dibantu oleh PMI Purbalingga, petugas piket posko bersama Relawan PMI Kab. Banyumas & Purbalingga seperti KSR (Korps Sukarela) dan PMR (Palang Merah Indonesia), Forpis (Forum Remaja Palang Merah Indonesia) Banyumas, berbagai relawan dari institusi lain serta para warga setempat yang tidak terdampak banjir juga turut serta meramaikan kegiatan Dapur Umum.

Pendirian Dapur Umum dilakukan 1 hari setelah adanya bencana melalui proses asessmen terlebih dahulu. Sebelumnya terdapat Posko induk yang berlokasi di Sumpiuh yang mencakupi 3 kecamatan yaitu Kemranjen, Sumpiuh, dan Tambak, namun karena kurang mampu menangani keseluruhan sehingga dibuka Dapur Umum di Desa Grujugan.

Bapak Sarno Pribadi selaku Koordinator lapangan  Dapur Umum menjelaskan, “Pengadaan dapur umum dimulai hari Rabu, 18 November 2020 untuk menyiapkan makan pagi, setelah sebelumnya dilakukan persiapan pada selasa sore, dan mulai masak jam 01.00 dini hari. Bantuan ditujukan untuk 778 orang, dengan jumlah keseluruhan 935 masyarakat yang terdampak, 277 Kepala Keluarga , namun sebanyak 167 melakukannya mandiri, masak sendiri.”

Dalam pelaksanaan dapur umum ini KSR PMI Unit UMP yang merupakan relawan kemanusiaan bergerak pada bidang kemanusiaan dan sosial yang dinaungi oleh PMI Kabupaten Banyumas serta berunit di Universitas Muhammadiyah Purwokerto ikut serta terjun langsung untuk membantu tim Dapur Umum pada hari Kamis, 19 November 2020 dengan membantu pelaksanaan loading peralatan Dapur Umum dari Gudang Posko PMI Kalibener ke Balai Desa Grujugan. Kemudian pembersihan peralatan Dapur Umum untuk siap digunakan. Selanjutnya dimulai proses memasak yang sudah ditentukan sendiri menu makanannya lalu melakukan kegiatan pengemasan makananan untuk didistribusikan kepada warga setempat yang terdampak banjir melalui Satgas masing-masing RT. Dilanjutkan dengan penugasan pada hari Jumat dan Sabtu di mana para perwakilan KSR PMI Unit UMP ikut menginap untuk mempersiapkan sarapan pagi denganmakanan siap saji.

Bahan baku dalam pelaksanaan Dapur Umum dibantu oleh anggaran dari PMI Kab. Banyumas dan bantuan dari BPBD seperti beras, mie, sayuran dll. Dengan adanya variasi menu selama 5 hari tidak mendapat complain karena menu makanan diusahakan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Desa Grujugan yang terdampak banjir. Pada pelaksanaan Dapur Umum sudah direncanakan daftar menu makanan yang akan dipersiapkan untuk nantinya didistribusikan kepada masyarakat Desa Grujugan yang terdampak banjir, kata Irma Rahmawati selaku Ketua Dapur Umum Desa Grujugan.

Menurut Athala selaku Ketua KSR PMI Unit UMP. Para relawan seperti KSR PMI Unit UMP ini memang sudah harus siap sedia untuk bergerak respon bila sewaktu-waktu terjadi bencana. Pada situasi seperti ini, ada banyak orang yang membutuhkan tenaga bantuan untuk meringankan beban mereka. Melihat orang lain bahagia karena bantuan yang diberikan juga turut serta dirasakan para relawan selama mengikuti kegiatan Dapur Umum.

Penugasan KSR PMI Unit UMP yang turut serta dalam pelaksanaan Dapur Umum ini dikoordinir langsung oleh Pengurus Markas PMI Kab. Banyumas Bidang Penanggulangan Bencana yang sebelumnya sudah dikoordinir BPBD Banyumas dalam pendirian Dapur Umum Desa Grujugan dan menyertakan 5 perwakilan mahasiswa dari KSR PMI Unit UMP yang ditugaskan untuk terjun langsung ke Dapur Umum di Balai Desa Grujugan.

“Kami ikut merasakan seperti apa rasanya memasak untuk orang lain apalagi dengan jumlah porsi yang sangat banyak. Bangun pagi mulai jam 02.00 dini hari mempersiapkan sarapan pagi, dilanjutkan pengemasan dan persiapan makan siang hingga berlanjut memasak untuk makan malam. Rasanya cukup cape tapi juga menyenangkan karena di sini kami bertemu dengan relawan dari berbagai unit lain yang sebelumnya tidak kenal saling bekerja sama.” diutarakan Dwi Melina selaku perwakilan relawan KSR PMI Unit UMP yang terjun langsung membantu Dapur Umum.

Bantuan Dapur Umum berakhir hari Ahad, 22 November malam, dikarenakan masyarakat sudah bisa memasak di rumah masing-masing dan keadaan air sudah mulai surut. Namun pihak PMI termasuk di dalamnya KSR PMI Unit UMP akan tetap siaga baik tenaga, mental, maupun pendanaan dan masyarakat pun diharapkan tetap bisa mandiri.

Bapak Sentot Sugiarto selaku Staff PMI Kabupaten Banyumas Bidang Pelayanan dan Relawan mengatakan bahwa diharapkan relawan dapat menjadi garda terdepan saat terjadi bencana khusunya pada Tim Dapur Umum karena dalam bencana sudah pasti membutuhkan dukungan logistik yang mumpuni.

Dalam suasana pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat  KSR PMI Unit UMP dalam membantu sesama. Dengan adanya Dapur Umum ini harapannya dapat membantu para warga terdampak banjir kemudian semakin menyadarkan relawan bahwa masih banyak orang di luar sana yang sangat perlu untuk dibantu serta membangkitkan semangat relawan dalam meneruskan perjuangan kemanusiaan dengan tetap memegang 7 Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.

ksr1

Sistem Informasi

Social Media

Unit BKA